Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kota Lhokseumawe melalui Kepala UPTD Pasar, Ghufran Nuristan, S.STP, menerima kunjungan para pedagang yang beraktivitas di kawasan sekitar lintasan joging trek Stadion Tunas Bangsa, Desa Mon Geudong, Kota Lhokseumawe.
Pertemuan tersebut berlangsung sebagai tindak lanjut dari rencana penataan kota, khususnya penertiban area joging trek yang selama ini ditempati oleh sejumlah bangunan lapak pedagang. Pemerintah kota berencana mengembalikan fungsi jalur tersebut sebagai fasilitas publik yang nyaman dan tertib.
Dalam pertemuan itu, para pedagang menyampaikan berbagai keluhan dan kekhawatiran terkait rencana pembongkaran bangunan yang mereka tempati. Sebagian besar pedagang berharap agar tetap diberikan ruang untuk berjualan meskipun kawasan tersebut akan ditata ulang.
Kepala UPTD Pasar, Ghufran Nuristan, menyambut langsung para pedagang dan mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia menjelaskan bahwa penataan kawasan joging trek merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperindah kota sekaligus menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami memahami kekhawatiran para pedagang. Namun penataan ini dilakukan demi kepentingan bersama. Fungsi utama lintasan joging trek harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Dinas Perindagkop dan UKM tidak ingin merugikan pedagang, tetapi aturan tetap harus dijalankan,” ujar Ghufran.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan relokasi pedagang ke tempat yang lebih tertata dan legal sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.
Melalui dialog tersebut, diharapkan tercipta kesepahaman para pedagang. Penataan kawasan joging trek di sekitar Stadion Kota Lhokseumawe diharapkan dapat segera terlaksana tanpa mengabaikan kepentingan para pelaku usaha kecil.
Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Dinas Perindagkop dan UKM mengimbau seluruh pihak untuk mendukung program penataan ini demi terwujudnya lingkungan kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
(Tim Publikasi dan Dokumentasi Disperindagkop dan UKM)
