Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) mendukung gerakan pembelian minyak jelantah dari masyarakat dengan yg dinilai dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Kepala Disperindagkop UKM Lhokseumawe, Mohammad Rizal, mengatakan program pengumpulan minyak jelantah tersebut dijalankan oleh pelaku UMKM lokal Mulyadi. Program ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.
“Ada UMKM binaan kita yang dimiliki oleh sdr Mulyadi dan bergerak dalam usaha mengumpulkan minyak jelantah di kota Lhokseumawe dan sekitarnya akan membuka stan di lokasi Ahad festival. Masyarakat bisa menjual minyak jelantah yang dimiliki di rumah,” kata Rizal kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, masyarakat dapat menjual minyak jelantah di lokasi Pekan Pasar Kuliner Lhokseumawe, tepatnya di depan Museum Kota Lhokseumawe yg digelar setiap hari Minggu.
“informasi yg kami dapatkan Sdr Mulyadi dan tim akan akan berada di lokasi Ahad Festival. Minyak jelantah dihargai Rp5.000 per kilogram dan dapat ditukarkan dengan sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Daripada dibuang, lebih baik dijual karena memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Usaha sdr Mulyadi ini sejalan dengan program program unggulan Wali Kota Lhokseumawe, “Broh Jut Keu Peng”. Selain menjaga kebersihan lingkungan, minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga kini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa minyak jelantah yang dikumpulkan tidak akan didaur ulang untuk konsumsi.
“Minyak bekas pakai ini tidak diolah kembali atau dioplos, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel, lilin, dan avtur untuk bahan bakar pesawat bermesin turbin,” pungkasnya. (FAHRID) Kaperwil Aceh Sumber Berita
