Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kota Lhokseumawe melalui Kepala UPTD. Pengelolaan Pasar, Ghufran Nuristan, S.STP, menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Muara Dua. Rapat tersebut dilaksanakan untuk membahas langkah antisipasi kemacetan yang kerap terjadi di jalur keluar Kota Lhokseumawe, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
Kemacetan yang sering muncul terjadi di sepanjang ruas jalan mulai dari Simpang Lantas hingga Simpang Selat Malaka. Kondisi ini semakin diperparah dengan meningkatnya jumlah pedagang musiman yang berjualan di depan Masjid Cunda pada bulan Ramadan. Aktivitas jual beli yang ramai membuat badan jalan menyempit sehingga arus kendaraan menjadi terganggu.
Dalam rapat tersebut, berbagai pihak terkait membahas solusi terbaik agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu rencana yang dibahas adalah pemindahan lokasi para pedagang ke area yang lebih tertata.
Berdasarkan hasil pembahasan sementara, para pedagang direncanakan akan dipindahkan ke seberang jalan, tepatnya di sepanjang jalur dari Simpang Jurong Kleng hingga Simpang Lantas. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi kepadatan di sekitar Masjid Cunda sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib dan nyaman.
Kepala UPTD Perindagkop dan UKM, Ghufran Nuristan, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan berbagai pihak. “Kami ingin mencari solusi terbaik agar kemacetan dapat diatasi, terutama saat Ramadan ketika aktivitas masyarakat meningkat. Penataan pedagang akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan tetap memperhatikan kepentingan para pelaku usaha,” jelasnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap melalui langkah penataan ini, kelancaran lalu lintas di kawasan Muara Dua dapat lebih terjaga selama bulan suci Ramadan. Sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat diharapkan agar rencana tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
(Tim Publikasi dan Dokumentasi Disperindagkop dan UKM)
